kabar baik:

Sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh banyak pasien, pimpinan rumah sakit telah meneliti dan memutuskan, Untuk benar-benar meringankan tanggungan ekonomi pasien dan sekali lagi memperpanjang waktu program diskon, Dari tanggal 18 Juni 2024 sampai 30 Juni 2024 , seluruh pasien yang datang ke Klinik Alia pada periode ini dapat memperoleh diskon sebagai berikut:

1. Biaya Pengobatan dan biaya Obat diskon hingga 35%

2. Gratis untuk obat Detoksifikasi sebanyak 3 kali, juga dapat langsung melihat hasil dari pembuangan racun tersebut. (Dokter akan memberikan petunjuk pengobatan secara Gratis)

3. Jika Pengobatan tidak ada hasilnya, boleh memperpanjang waktu pengobatan secara gratis (Akan dijelaskan oleh dokter yang bertanggung jawab)

Kita semua harus punya kepercayaan diri. Ini adalah kesempatan baik hari yang sulit didapatkan, tolong beritahu satu sama lain.

Kanker payudara adalah kanker nomor satu pada wanita, yang sangat mempengaruhi kesehatan dan akhirnya menyebabkan kematian wanita.

Etiologi kanker payudara juga terkait dengan banyak faktor seperti faktor keturunan, gangguan sekresi hormon seks, gaya hidup, kebiasaan hidup yang buruk, dan emosinal.

Namun sebagian besar ahli onkologi kini percaya bahwa ada dua penyebab utama kanker payudara, yaitu:

1.Sel epitel kelenjar susu mengalami perubahan genetik, menjadi ganas, berkembang biak, atau tumbuh tak terbatas, membentuk gumpalan atau benjolan. Benjolan ini sebenarnya terbentuk dari penumpukan racun di dalam tubuh, semakin banyak racun maka semakin besar benjolannya. Oleh karena itu, mengeluarkan racun dari dalam tubuh sangat penting untuk menyembuhkan kanker payudara.

2.masalah fungsi kekebalan tubuh yang lemah. Pakar kanker percaya bahwa terjadinya kanker terkait dengan fungsi kekebalan tubuh yang menurun. Oleh karena itu, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh pasien dan meningkatkan kebugaran fisik pasien sangat penting untuk mendorong penyembuhan kanker payudara, mencegah metastasis sel kanker, memperbaiki kerusakan sel, dan mencegah kekambuhan kanker.

Karena gabungan dua faktor ini, pembedahan dan kemoterapi tidak akan menyembuhkan pasien kanker payudara.Terapi DDI memiliki karakteristik siklus pendek dan kecil kemungkinannya untuk kambuh setelah penyembuhan. kombinasi cocok untuk pasien kanker stadium awal dan pasien kanker stadium lanjut. dan lebih cocok lagi bagi pasien yang kambuh.

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA

Pembedahan atau operasi hanyalah pengangkatan massa payudara dan tumor sedangkan kemoterapi menggunakan obat kimia untuk membunuh sel kanker. Kedua metode ini tidak dirancang untuk mencegah mutasi genetik pada sel normal, maupun racun dalam tubuh. Oleh karena itu, jika pasien menjalani operasi dan kemoterapi, kanker payudara dapat dengan mudah kambuh dan menyebar ke kelenjar getah bening, hati, paru-paru, dan bagian lainnya.

Selain itu, kita tahu bahwa efek samping dari pembedahan dan kemoterapi sangat besar, yaitu dapat merusak fungsi kekebalan tubuh dan membuat tubuh pasien menjadi lemah. Banyak pasien sangat energik sebelum operasi dan kemoterapi, tetapi setelah operasi atau kemoterapi, tubuh menjadi sangat lemah, bahkan mempersingkat kualitas hidup pasien secara permanen.

Ditambah lagi, bagi seorang wanita, jika payudaranya diangkat, maka semuanya hilang, dan mereka merasa didiskriminasi oleh teman-temannya dan kehilangan kepercayaan diri. Oleh karena itu banyak pasien kanker payudara saat ini yang enggan untuk menjalani operasi dan justru mencari pengobatan baru lainnya dengan efek terapi yang sama baiknya/lebih efektif (Terapi DDI ).

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA

Kanker payudara dapat dengan mudah bermetastasis ke kelenjar getah bening ketiak, hati, paru-paru, atau lebih jauh lagi ke bagian lainnya. Pilihan pengobatan kanker payudara akan bergantung pada perkembangan tumor dan pilihan Anda. Ada berbagai pilihan pengobatan tergantung jenis dan stadium kanker payudara serta kebutuhan sesuai kondisi anda.

1Pembedahan: Bergantung pada seberapa lanjut kankernya, dokter dapat merekomendasikan pengangkatan hanya massa kanker atau seluruh mastektomi , tetapi pilihannya sulit. Pembedahan juga sangat sulit.Pembedahan dapat menghilangkan benjolan yang terlihat dengan mata telanjang. Namun, sel kanker di pembuluh limfatik tidak dapat diangkat seluruhnya, sehingga dokter pasti akan meminta pasien menjalani kemoterapi setelah operasi.

2Terapi hormone: Terapi hormon menargetkan sel kanker dalam tubuh dengan mengganggu hormon wanita normal. Terapi hormon hanya bekerja bagi Sebagian kecil pasien dan hanya sedikit memperlambat perkembangan kanker

3Radioterapi: Kanker payudara umumnya tidak menggunakan terapi penyinaran

4Terapi DDI tergabung dalam empat bagian:

    Pertama: Pengobatan detoksifikasi dibawah lutut 6 cm disuntik dengan obat, membersihkan racun dalam tubuh pasien yang menimbulkan kanker.

    Kedua: Menjalankan alat besar dengan teknologi canggih, memancarkan radio frekuensi tinggi (Yakinlah, tidak ada radiasi), tepat pada tempatnya, terpusat pada pengobatan,menghambat dan mematahkan sel tumor dan pasokan nutrisi, sel tumor tidak mendapat nutrisi jadi layu mati, dengan demikian tumor menjadi kecil sehingga lenyap.

    Ketiga: Imunoterapi meningkatkan kemampuan daya tahan tubuh terhadap pasien, memperkuat kemampuan tubuh sendiri untuk melawan kanker, pada waktu itu juga membuat nafsu makan bertambah, berat badan membaik, daya konsentrasi juga membaik, daya imun tubuh setelah kuat, bisa cepat untuk sembuh, ada fungsi untuk mencegah kanker kambuh lagi.

    Keempat: Pengobatan dengan Obat, dipandu oleh alat instrumen tersebut, berbagai jenis obat khusus spesialis dipusatkan masuk ke dalam benjolan dan sel kanker, menghambat dan mematahkan sel kanker untuk berkembang biak (metabolisme), sesuaikan pengobatan diatas, mencapai hasil pengobatan terbaik.

    Terapi DDI tidak perlu operasi/kemoterapi/radioterapi, kenyataan membuktikan, hasil sangat bagus,efeknya cepat, aman tidak ada efek samping, tanpa rasa nyeri.

    Pakai Terapi DDI sekitar satu minggu, pasien biasanya akan merasa mulai membaik, setelah dua minggu kemudian lebih jelas terlihat, seperti rasa sakit berkurang atau hilang, nafsu makan bertambah, makin bertenaga, sampai pasien sendiri dapat merasakan benjolan jadi lembut dan jadi kecil.

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA

Terapi DDI banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, Klinik Alia Jakarta adalah yang pertama memperkenalkan teknologi canggih pengobatan Terapi DDI yang secara signifikan dapat meningkatkan efek pengobatan kanker dan tumor. Klinik juga memiliki popularitas tertentu diindonesia khusus pengobatan berbagai kanker dan tumor termasuk kanker payudara kanker paru paru kanker Rahim dan lebih dari dua puluh jenis kanker umum, selama bertahun tahun berpengalaman dalam pengobatan ini serta layak untuk Anda percayai.

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA

Nama saya Juliana, saya seorang guru, tinggal didepok

Tak disangka saya menderita kanker payudara di sisi kiri. Dan saya menjalani operasi pengangkatan payudara saat itu serta menjalani 12 kali kemoterapi.

Kita tahu bahwa kemoterapi sangat menyiksa dan menderita, banyak efek samping seperti mual, muntah, kelelahan dan sakit, rambut rontok dan kulit gatal, dll. Penderitaan ini saya alami saat itu, dan saya beranggapan setelah begitu banyak penderitaan yang saya alami, penyakit saya akan sembuh. Tetapi setelah satu tahun kemudian, kankernya kambuh lagi di area operasi lama, dan menyebar ke kanker kelenjar getah bening dan kanker paru-paru. Dokter menganjurkan kepada saya untuk jalani operasi dan kemoterapi lagi.

Saya tidak ingin menderita lagi akibat efek operasi dan kemoterapi, dan tidak percaya dengan tindakan tersebut, lebih dari 150 juta uang telah dihabiskan untuk menyembuhkan kanker saya, dan sekarang juga tidak mungkin mendapatkan uang sebanyak itu untuk operasi lagi. Oleh karena itu, setelah berunding dengan keluarga, kami memutuskan mencari metode pengobatan baru lainnya. Kemudian, teman suami saya di Jakarta mengenalkan klinik onkologi Alia Medika Jakarta yang mempunyai metode baru untuk mengobati kanker dengan Terapi DDI. Sebuah metode baru, tanpa operasi, tanpa kemoterapi, dan biayanya tidak tinggi. Dan cukup popular dan mempunyai reputasi baik di sana.

Kami mempercayai teman, dan berobat ke Klinik Onkologi Alia Medika Jakarta. Setelah dokter memeriksa dengan hati-hati, dan mengobati saya dengan Terapi DDI. Menggunakan instrumen khusus memasukkan obat langsung ke dalam bagian dada pada kanker paru-paru. Rasa sakitnya mulai berkurang, batuk juga berkurang, lalu dokter memberi injeksi imun untuk meningkatkan kekebalan tubuh saya, stamina saya membaik, saya menjalani 5 sesi pengobatan, benjolan dan kanker sudah hilang. Di bagian paru-paru saat di CT scan telah mengalami penyusutan dan kalsifikasi, sudah tidak berbahaya menurut pantauan dokter, hingga sekarang sudah tiga tahun dan tidak kambuh lagi. Metode ini sangat baik, saya sarankan Terapi DDI untuk pengobatan kanker.

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA

Nama saya grace, saya tinggal di Bali pekerjaan sebagai karyawan di perusahaan trading asing.

Tahun lalu, saya mulai merasakan ada benjolan kecil di payudara kiri. Awalnya sebesar ujung ibu jari, juga tidak nyeri, saya membiarkan, juga tidak ke dokter, kemudian perlahan-lahan tumbuh membesar. Akhir bulan lalu sedikit terasa sakit saat menyentuhnya, suami saya menyarankan agar diperiksa dengan CT scan dan ditemukan benjolan sebesar 6.8X5.5X4.8CM, kemudian di biopsi dan diidentifikasi sebagai kanker payudara, saya sangat kaget dan takut saat itu, dokter menyarankan melakukan operasi dan kemoterapi, saya sangat takut, karena banyak orang mengatakan bahwa operasi dan kemoterapi tidak dapat menyembuhkan kanker, dan mudah kambuh serta efek sampingnya sangat besar, menyebabkan mual, muntah, kelelahan tubuh, sakit badan, rambut rontok, kulit gatal, hitam dll, jadi suami saya tidak setuju operasi. Kami percaya ada cara lain yang lebih baik untuk menyembuhkan kanker payudara selain operasi. Jadi, kami pun mulai mencari metode baru. Akhirnya, suami menemukan metode baru di Klinik utama Alia Medika Jakarta di Internet, menggunakan Terapi DDI mengobati tumor dan kanker, tanpa operasi, tanpa kemoterapi.

Hari berikutnya kami berangkat ke klinik ini. Melihat catatan medis dan setelah memeriksanya saya dengan rinci. Dokter mengatakan: akan mengobati saya menggunakan metode Terapi DDI. Yang menggunakan instrumen khusus untuk pengobatan tumor payudara dan pada saat yang sama dilakukan tindakan detoksifikasi di tempat khusus, toksin dikeluarkan, sehingga dua metode dijalankan secara bersamaan, tumor akan menyusut dan menghilang. Saya menjalani terapi sesuai anjuran dokter, selama sebulan benjolan di payudara pun menjadi kecil separuh. Saat di periksa CT scan kembali hasilnya menjadi 3.5X3.2X2.2. Saya sangat puas dengan efek ini. lalu memberi tahu dokter hasilnya. Dan dokter menyuruh saya untuk kembali ke klinik besok, melanjutkan perawatan selama sebulan lagi, untuk menghilangkan semua tumor, dan memberikan injeksi imun, agar sembuh dan tidak akan kambuh. Saya yakin metode ini bekerja dengan baik, tanpa perlu operasi, kemoterapi, dan tidak ada rasa sakit, biayanya juga terjangkau jauh lebih murah daripada operasi dan kemoterapi. Silahkan share metode terbaru ini kepada teman-teman.

KliK:Konsultasi dokter Klik :WA